KATAKUTAN SEBELUM MELAKUKAN itu sama saja bunuh diri secara perlahan-lahan.... BONAI, 02.52 WIB 14 September 2010.
3 HARI 2 MALAM, 62 JAM, 5 PROPINSI.
JAKARTA-BONAI SUDAH SAYA RENCANAKAN DARI 2 TAHUN YANG LALU DAN SEKARANG TERCAPAI.
SUARU HARI NANTI, SAYA YAKIN AKAN MEMELUK MIMPI KELILING INDONESIA DENGAN MOTOR DENGAN DURASI WAKTU 1 TAHUN.
MARI SAYANG. KITA HANTAM LINTAS SUMATERA.
Dasar gila, gila, gila dan gila. Itulah komentar yang saya dapatkan dari orang-orang yang tahu bahwa saya melakukan perjalanan mudik jakarta - payakumbuh dengan motor astrea grand 96. Apa itu gila? karna setahu saya gila itu adalah orang-orang merdeka dari segala macam tetek bengek kehidupan yang fana ini.
Tanggal 8 september jam 00.30 WIB saya menghidupkan mesin motor buat satu tujuan yang telah saya rencanakan 2 tahun yang lalu, BERCINTA dengan LINTAS SUMATERA. Bermodal Peta, kunci busi (tanpa bawa busi cadangan), uang (udah pastilah sob) dan semangat menggebu-gebu yakin bahwa saya bisa menaklukan jakarta - payakumbuh dengan belalang tempur (terinspirasi dari SATRIA BAJA HITAM RX). Perjalananpun saya mulai dengan minta izin dulu sama orang-orang dasyat yang pernah saya temui "andibachtiar yusuf, kamerad edmond, cemonkfais, arista budiyono dan anggah", mereka sangat mendukung perjalan yang akan saya lakukan.
Dengan perjalanan santai, saya mulai menyusuri ibukota, tangerang dan mampir di sebuah warung pecel lele yang berada di depan sebuah pabrik d kota serang. Setelah makan saya ditanyai oleh seorang pegawai pabrik "mo mudik ke mana mas?" tanya pegawai tadi, "mo mudik ke PADANG mas." jawab saya. Kontan dia dan teman-temannya terkejut sembari ngeliat dandanan motor saya yang caur abis, "beneran bisa sampe tu motor ke padang mas?". "doain aja mas, saya bisa nyampe d kampung halaman" jawab saya. Setelah membayar makan dan saya melihat jam udah menunjukan pukul 03.15 WIB "saatnya melanjutkan perjalanan yang masih panjang" pikir saya. Setelah saya menghidupkan motor dan ternyata kunci stang motor saya macet nggak mau dibuka. Alih-alih saya saya mencoba memperbaikinya, saya disamperi oleh mas-mas pegawai pabrik tadi "ada apaan mas?", "nggak tahu nih, tiba-tiba aja kunci stang motor saya macet" jawab saya. Spontan mereka beramai-ramai ngrubutin motor saya, mereka mulai mengotak atik stang motor saya hingga kembali normal dan saya cuma berdiri melihat saja. "inilaha awal kebahagiaan perjalanan ini dimulai" ucap saya dalam hati.
Kira-kira pukul 04.00 saya sudah sampai d pelabuhan merak dan mulai mengantri untuk pembayaran tiket nyebrang dengan kapal ferry. Melihat ratusan pengendara motor yang yang diantaranya membawa barang-barang buat oleh-oleh, ada yang bawa anak yang masih balita, ada yang berpasangan demi satu tujuan, PULANG KAMPUNG. Setelah 1 stengah jam lebih mengantri, bayar tiket kapal ferry dan akhirnya saya bisa masuk ke dalam dek kapal bersama ratusan pengendara motor lainnya. Tangisan para balita mulai terdengar karena hawa panas dan asap kendaraan, kasihan itulah kata yang tepat buat para balita-balita yang dijajah orang tuanya buat pulang kampung atau mudik. Setelah parkir saya naik ke atas kapal dengan harapan mudah-mudahan ada orang padang yang pulang naik motor, supaya saya ada teman di jalan. Sayapun berputar mengelilingi kapal ferry yang dipenuhi oleh orang-orang yang rindu kampung. Saya mulai mencari-cari keberadaan orang padang dan hasil yang saya dapatkan cumo nol besar. "tidak ada satupun orang padang yang naik motor buat mudik" ucap saya, sayapun berkenalan dengan orang-orang yang tujuannya ke lampung dan sumatera selatan. Beberapa menit ngobrol sayapun merasakan ngantuk yang tak tertolongkan dan akhirnya pingsan dengan selamat.
Pukul 09.00 WIB kurang kapal sudah merapat di dermaga bakauheni, saya dibangunkan oleh para pemudik bahwa sebentar lagi kita keluar kapal. Saya bangun dan menatap dataran sumatera "AYO SAYANG, SAATNYA KITA BERCINTA DENGAN LINTAS SUMATERA" ucap saya dalam hati buat motor tercinta saya. Keluar dari kapal sayapun spontan berteriak "BOOOONAIII, TUNGGUUU GUEEE!". Perjalanan santaipun saya jalani, hingga akhirnya saya sampai di kota bandar lampung. Setelah saya makan dan merokok, sayapun melanjutkan perjalanan. Pukul 14.00 WIB saya berhenti berjalan karena hari sudah mau hujan, mampir di bengkel motor bersama-sama para pemudik motor buat berteduh dari hujan yang disertai angin kencang. Kira-kira pukul 18.00 WIB dari hujan hingga gerimispun berhenti, saya melanjutkan perjalanan.
Pukul 22.15 WIB sebelum perbatasan lampung dan sumatera selatan saya mampir di kantor polisi buat menginap, "malam pak, saya mudik dan numpang nginap ya pak" kata saya sama pak polisi jaga. "silahkan mas, tidur di kursi panjang itu aja" kata pak polisi sembari menunjuk kursi pingsan saya. "Numpang ke kamar mandi pak?" tanya saya, "silahkan mas, Kamar mandinya ada di belakang" kata pak polisi sembari menunjuk arah kamar mandi yang saya lihat sangat gelap karena tidak ada lampu. Saya berjalan ke arah kamar mandi sembari menghidupkan handphone supaya agak lebih terang, asik-asik nyari kamar mandi saya terkejut setengah mati! Ada kepala nongol dari balik kamar yang berjeruji besi yang ternyata ruangan tahanan, " kampreet" lirih saya dalam hati. Ternyata kamar mandi berada di sebelah ruang tahanan, setelah itu saya langsung menuju kursi panjang tempat saya pingsan. "mau mudik ke mana mas?" tanya pak polisi, "ke padang pak." Langsung aja pak polisi ngoceh nggak karuan,"yang benar aja, mudik pakai motor kayak gitu ke padang" oceh pak polisi. Saya cuek aja dan langsung pingsan menuju alam mimpi.
9 september, Pagi-pagi bukannya saya bangun malah dibangunin sama pak polisi "mas, mas udah jam stengah 8 mas!" sayapun terbangun dan pergi ke kamar mandi buat cuci muka dan gosok gigi. Saya baru sadar setelah melihat keadaan di luar sana dan ternyata kantor pilisnya berada di tengah-tengah hutan karet dan sawit. Setelah saya balik dari kamar mandi ternyata sudah ada pak polisi berdatangan dan ngomongin saya dan motor. "Gila nih orang, naik motor kayak gini ke padang" oceh pak polisi, karena bosan sama ocek pak polisi akhirnya saya angkat bicara "Pak, belanda berbulan-bulan naik kapal dari eropa sana ke indonesia buat ngejajah kita, sedikitpun kita tidak pernah bilang belanda gila. ini saya di negara sendiri bapak bilang saya gila!" ucap saya. Pak polisi diam sejenak dan berkata "iya, ya. mudah-mudahan kamu selamat sampai di kampung kamu." Amin, amin, amin ucap saya dalam hati.
Setelah bersalaman dan mengucapkan terima kasih sama pak polisi, sayapun melanjutkan perjalanan. Sesampai di kota Baturaja saya kira-kira pukul 10.00 WIB saya mampir ke warung makan dan mulai bertanya di mana daerah rawan bajing loncat atau bahasa gaulnya "begal". Tebing tinggi, muararupit adalah daerah yang paling rawan bajing loncat, kata pemilik warung tersebut. Jangan pakai helm, masker, tas tarok di depan dan jangan pake sepatu (kudu pake sendal) adalah cara aman supaya tidak kena begal kata pemilik warung tersebut. Sayapun mengikuti kata pemilik warung dan mulai berjalan menyusuri lintas tengah sumatera dengan berbagai macam lukisan hidup yang ditangkap oleh kedua mata saya. Bermotor, mampir di warung buat makan dan bertanya-tanya di mana saja daerah rawan yang akan saya lewati hingga sampai di perbatasan jambi - sumatera barat. karena saya sudah merasa melewati jalur rawan, sayapun bermotor hingga tengah malam dan akhirnya sampai di pos ketupat polisi di daerah sebelum kota bangko. Saya pun mampir karena udah kecapekan, "malam pak" ucap saya kepada pak polisi yang sedang bertugas di pos tersebut. "Malam" ucap pak polisi kompak, "dari mana dan mau ke mana pak?" tanya polisi. "Dari jakarta hendak ke padang pak" ucap saya, spontan pak polisi terkejut sama kayak sewaktu saya menginap di kantor polisi sebelumnya. Merekapun memperhatikan motor saya yang caur habis, "gila juga kamu pakai motor ginian pulang kampung dari jakarta" ucap salah seorang pak polisi. Gila kamu, emang gila kamu, dasar gila kamu itulah komentar yang saya dapatkan dari pak polisi yang jaga di pos tersebut. Sayapun dikasih sekaleng botol pocari sweet dan semangkok mie rebus panas plus telor. Seumur-umur baru kali ini saya diperlakukan istimewa oleh polisi pikir saya dalam hati.
10 September, Setelah salah seorang Komandan polisinya balik pulang, pak polisi lainnya mengeluarkan batu domino dan sekantong plastik minuman tradisional, TUAK. "ayo kita main domino dan ngetuak dulu." ajak salah seorang polisi yang saya baru inisial namanya SM. Lagi asik main domino pak polisi bertanya "surat motor kamu lengkap nggak?" sayapun menjawab "STNK ada, pajak mati dan saya tidak ada SIM." pak polisi tertawa-tawa mendengar jawaban saya, "dasar gila kamu, kok kamu jujur ngomongnya?" tanya SM. "Daripada saya bohong ntar saya kena tilang dan tidak bisa pulang kampung" jawab saya dan pak polisi tertawa terbahak-bahak. Pukul 02.15 WIB setelah main domino dan sedikit tegukan tuak, saya minta izin buat ngelanjutin perjalanan, sayapun bersalaman dengan para pak polisi. Saya menghidupkan sepeda motor dan ternyata tidak mau hidup. "Kenapa?" tanya SM. "nggak tau nih kok tiba-tiba tidak mau hisup nih motor" jawab saya. "Mana sini saya bantu" setelah diotak atik sama SM ternyata busi saya sudah rusak. "Ini businya rusak, mana busi cadangan kamu?" "tidak ada pak" jawab saya. Tanpa pikir panjang pak polisi yang berinisial SM tersebut mengajak temannya buat nyari busi di tengah pagi hari buta, tunggu kamu disini kata SM sama saya. Stelah stengah jam berlalu baru SM sama temannya sampai bawa busi buat motor saya. Setelah dipasang businya giliran karburatornya yang rusak, saya sebenarnya tidak mengerti mesin. SM bersama teman polisinya juga tidak tinggal diam, mereka membantu buat baikin motor saya hingga akhirnya hidup. Saya cuma melihat saja tanpa membantu mereka buat betulin motor saya "Tengkyuuuu GOD kau telah membantu saya lewat pak polisi-polisi yang baik hati ini" ucap saya lirih di dalam hati. "waduh pak, pakai apaan saya bisa membalas kebaikan bapak ini?" tanya saya. "Sebenarnya saya menginginkan kaos yang kamu pakai!" ucap SM sama saya dan tanpa pikir panjang saya melepaskan kaos yang saya pakai (MENYESAL JADI ORANG INDONESIA) dan membuka tas buat mengambil kaos satunya lagi buat temannya (kaos SPARTACK'S). Semoga kamu selamat swampai d kampung kamu dan ntar kalo balik jangan lupa mampir lagi di sini ucap SM sama saya, kita pun bertukaran nomor handphone dan bersalaman. "Inilah kebahagiaan yang saya dapatkan di pos polisi sebelum kota bangko" ucap saya dalam hati. Sayapun melanjutkan perjalanan.
Pukul 06.00 WIB saya sampai di kota Muarobungo, menikmati sarapan pagi dan ngopi. Saya tidak tahu kenapa mata ini kok belum ngantuk juga tapi semangat menggebu-gebu cepat sampai d kampung yang saya rasakan. Stelah sarapan dan ngopi saya melanjutkan perjalanan hingga melewati perbatasan jambi - sumatera barat, di tengah-tengah perjalanan saya berdiri diatas motor dan berteriak sangat kencang "RANAH MINANG, ADEEEEEN TIBOOOO...". Suara takbiran bersenandung dari kampung ke kampung yang saya lewati, akhirnya lebaran juga. Sayapun berhenti di salah mesjid di kota rumbai buat melakukan sholat id, setelah sholat saya melakukan perjalanan sembari mencari-cari berharap ada toko oli yang buka. akhirnya di Gunung medan baru saya mendapatkan ada toko oli yang buka, sayapun menambahkan oli mesin pada motor saya.
![]() |
| Add caption |
Sekitar Pukul 16.00 WIB saya sampai di daerah labuah silang, Payakumbuh. Saya kembali berdiri di atas motor dan berteriak PAYOOOKUMBUAAAAHHH.... ADEEEENNN TIBOOOO....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar